Kamis, 29 Januari 2015

Kecamatan Krayan Selatan


Krayan selatan1. KEADAAN WILAYAH
Kecamatan Krayan Selatan yang terletak di daratan Pulau Kalimantan, merupakan kecamatan yang terbentuk dari pemekaran wilayah dari Kecamatan Krayan dengan luas wilayah 1.757,66 km. Kecamatan Krayan Selatan berbatasan dengan Kabupaten Malinau di sebelah selatan, di sebelah barat dengan Serawak–Malaysia, di sebelah timur dengan Kabupaten Malinau serta di sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Krayan.
2. PEMERINTAHAN
Status hukum seluruh desa adalah definitif. Dari 24 desa yang ada di Kecamatan Krayan Selatan keseluruhannya berklasifikasi Swakarya dan Desa Long Layu sebagai ibukota kecamatan. Jumlah badan perwakilan desa/dewan kelurahan adalah 24 sedangkan jumlah Rukun Tetangga (RT) adalah sebanyak 24 RT. Keseluruhan desa di Kecamatan Krayan Selatan terletak di kelurahan bukan pesisir yang terdiri dari desa/kelurahan di dalam kawasan hutan
berjumlah 6 desa, dan desa/kelurahan di tepi kawasan hutan 18 desa. Dari 24 desa yang ada di Krayan Selatan, 23 desa diantaranya terletak di lereng/punggung bukit dan 1 desa terletak di
dataran.Desa-desa tersebut adalah :
1 Long Pasia   –  13 Long Kelupan
2 Liang Lunuk   –  14 Long Rungan
3 Pa Ibang    –  15 Pa Urang
4 Pa Amai    –  16 Long Pupung
5 Pa Kaber   –   17 Pa Milau
6 Pa Tera    –  18 Tang Badui
7 Pa Sing    –  19 Long Mutan
8 Long Budung    –  20 Pa Yalau
9 Pa Dalan   –  21 Long Rian
10 Long Birar   –  22 Long Padi
11 Pa Upan    –  23 Ba Liku
12 Tang Paye    –  24 Binuang
3. KEADAAN PENDUDUK
Masalah kependudukan merupakan hal yang sangat penting dalam mencapai tujuan pembangunan.Penduduk memegang peranan yang sangat vital baik sebagai objek maupun subjek dari pembangunan itu sendiri.
Pada tahun 2012 jumlah penduduk kecamatan Krayan Selatan sebanyak 2.248 jiwa yang terdiri dari 1.187 laki-laki dan 1.061 perempuan.
Sumber penghasilan utama sebagian besar masyarakat kecamatan Krayan Selatan adalah dari  sektor pertanian.  Jumlah aparat kecamatan di Krayan Selatan berdasarkan tingkat pendidikan menurut data tahun 2011 adalah 5 orang SMA dan sederajat, dan 3 orang pendidikan sarjana (S1).
4. PERUMAHAN DAN LINGKUNGAN HIDUP
Di Kecamatan Krayan Selatan, pasokan listrik diperoleh dari Listrik Non PLN pada tahun 2011, yaitu sebanyak 203 Kepala Keluarga yang menggunakan sarana tersebut. Karena tidak ada
pasokan listrik dari PLN, maka tidak ada penerangan di jalan utama kecamatan. Sedangkan bahan bakar yang digunakan oleh sebagian besar keluarga untuk memasak adalah kayu bakar.
Tempat buang sampah sebagian besar keluarga di Kecamatan Krayan Selatan adalah di sungai, sedangkan tempat buang air besar sebagian besar keluarga menggunakan jamban sendiri. Sumber air minum/memasak sebagian besar keluarga adalah mata air.
Kecamatan Krayan Selatan adalah salah satu kecamatan yang rawan bencana banjir, yang mana dalam 3 tahun terakhir ini terjadi pembakaran hutan/ladang/sawah yang menyebabkan kerugian/kerusakan.
5. PENDIDIKAN
Pendidikan merupkan salah satu upaya untuk mencetak sumber daya manusia yang potensial dan produktif bagi pembangunan, baik melalui pendidikan formal maupun nonformal.
Penyediaan sarana dan prasarana pendidikan merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan yang ada di Kecamatan Krayan Selatan.
Pada tahun 2011 di Kecamatan Krayan Selatan terdapat 1  Taman Kanak-kanak swasta, untuk  Sekolah Dasar Negeri ada 6 unit, 2 SLTP Negeri , 1 SLTP Swasta, dan 1 SMU Negeri.
6. KESEHATAN DAN KELUARGA BERENCANA
Pembangunan bidang kesehatan bertujuan agar semua lapisan masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan secara mudah, merata dan murah. Faktor-faktor yang dapat
mempengaruhi kesehatan masyarakat diantaranya adalah rendahnya konsumsi makanan bergizi, kurangnya sarana kesehatan serta keadaan sanitasi dan lingkungan yang tidak mendukung.
Sarana kesehatan di Kecamatan Krayan Selatan adalah : Puskesmas 1 unit, 3 tempat praktek dokter, 2 tempat praktek bidan, puskesmas pembantu 3 unit, dan posyandu 5 unit.
7. PERTANIAN
Pertanian yang meliputi pertanian tanaman pangan, pekebunan, kehutanan, perikanan dan peternakan selalu diupayakan untuk menunjang pertumbuhan dan stabilitas ekonomi.
Pembangunan di bidang pertanian memegang peranan penting dalam pembangunan ekonomi, terutama untuk meningkatkan taraf hidup petani sebagai kelompok besar masyarakat, disamping itu juga untuk mendukung pertumbuhan industri.
Luas baku lahan sawah di Kecamatan Krayan Selatan pada tahun 2011 adalah sejumlah 825  ha dengan luas baku lahan bukan sawah sejumlah 89 ha. mudah, merata dan murah. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kesehatan masyarakat diantaranya adalah rendahnya konsumsi makanan bergizi, kurangnya sarana kesehatan serta keadaan sanitasi dan lingkungan yang tidak mendukung.
Sarana kesehatan di Kecamatan Krayan Selatan adalah : Puskesmas 1 unit, 3 tempat praktek dokter, 2 tempat praktek bidan, puskesmas pembantu 3 unit, dan posyandu 5 unit.
7. PERTANIAN
Pertanian yang meliputi pertanian tanaman pangan, pekebunan, kehutanan, perikanan dan peternakan selalu diupayakan untuk menunjang pertumbuhan dan stabilitas ekonomi. Pembangunan di bidang pertanian memegang peranan penting dalam pembangunan ekonomi, terutama untuk meningkatkan taraf hidup petani sebagai kelompok besar masyarakat, disamping itu juga untuk mendukung pertumbuhan industri.
Luas baku lahan sawah di Kecamatan Krayan Selatan pada tahun 2011 adalah sejumlah 825  ha dengan luas baku lahan bukan sawah sejumlah 89 ha.
9. ANGKUTAN, KOMUNIKASI DAN INFORMASI
Transportasi menurut fungsinya adalah untuk melayani  mobilitas orang, barang dan jasa lokal, regional, nasional, bahkan internasioanl serta berfungsi sebagai pendukung pembangunan
sektor lain. Penyelenggaraan sistem transportasi daerah mencakup transportasi darat, laut, dan udara.
Seiring dengan berkembangnya jaman menuju era globalisasi sekarang ini, informasi dan komunikasi memegang peranan yang sangat pentingdalam kehidupan masyarakat. Berbagai
kemudahan berkomunikasi merupakan salah satu dambaan masyarakat.Untuk mempermudah berkomunikasi, media komunikasi yang mudah dan cepat salah satunya adalah telepon. Pada tahun 2011, di Kecamatan Krayan Selatan tedapat 1 warung telekomunikasi (Wartel) untuk melayani masyarakat agar mudah bekomunikasi melalui telepon.
10. EKONOMI
Menurut data industri kecil, pada tahun 2011 di Kecamatan Krayan Selatan memiliki industri kecil anyaman yang berjumlah 13industri.
Pada tahun 2011 tecatat di Kecamatan Krayan Selatan tedapat 4 warung makan/minum, dan 9 toko/warung kelontong.DiKecamatan Ktayan Selatan terdapat 8 unit Koperasi Non KUD
lainnya.
11. POLITIK DAN KEAMANAN
Menurut  data tahun 2011, di partai yang memperoleh suara terbanyak pada pemilu terkhir di Kecamatan Krayan Selatan adalah Demokrat,  dan Golkar.   Kecamatan Krayan Selatan mempunyai 1 unit pos polisi dan 2 unit pos Hansip. Jumlah anggota Hansip/Linmas di Kecamatan ini berjumlah 28 orang anggota HANSIP/KAMLING.

Rabu, 28 Januari 2015

Kalimantan mungkin sedang menunggu untuk di jual juga

Perpanjangan kontrak Freeport adalah bentuk pengkhianatan terhadap Trisakti yang selama ini menjadi platform salah satu capres saat melakukan kampanye. Dengan perpanjangan Freeport, dimana lagi ada kedaulatan dan berdikari secara ekonomi?
Perpanjangan ini di ttd pada saat semua orang repot dan konsentrasi dengan adanya perseteruan cicak vs kebun binantang. bagaimana masa depan lingkungan, hak-hak masyarakat adat dan keberlanjutan kehidupan yang sejahtera bagi rakyat.
Kalimantan mungkin sedang menunggu untuk di jual juga. dan harusnya tidak boleh kita biarkan terjadi di Kalimantan.

Selasa, 27 Januari 2015

Misteri Mandau Senjata Sakti Suku Dayak


http://anehdidunia.com

Mandau adalah salah satu senjata suku Dayak yang merupakan pusaka turun temurun dan dianggap sebagai barang keramat atau memiliki kesaiktian.Selain itu mandau juga merupakan alat untuk memotong dan menebas tumbuh-tumbuhan dan benda-benda lainnya, karena nyaris sebagian besar kehidupan seharian orang Dayak berada di hutan, maka mandau selalu berada dan diikatkan pada pinggang mereka. Mandau, Senjata Sakti Pusaka Suku Dayak. Suku Dayak adalah suku yang gemar sekali berpetualang, sehingga untuk memberi kenyamanan dalam perjalanannya seorang putra dayak akan melengkapi dirinya dengan senjata. Salah satu senjata yang pasti dibawa dalam sebuah perantauan adalah mandau. Mandau, Senjata Sakti Pusaka Suku Dayak.
Kalimantan adalah salah satu dari 5 pulau besar yang ada di Indonesia. Kalimantan merupakan “daerah asal” suku Dayak. Di kalangan orang Dayak sendiri satu dengan lainnya menumbuh-kembangkan kebudayaan tersendiri. Dengan perkataan lain, kebudayaan yang ditumbuh-kembangkan oleh Dayak-Iban tidak sama persis dengan kebudayaan yang ditumbuh-kembangkan Dayak-Punan dan seterusnya. Namun demikian, satu dengan lainnya mengenal atau memiliki senjata khas Dayak yang disebut sebagai mandau. Mandau, Senjata Sakti Pusaka Suku Dayak. Dalam kehidupan sehari-hari senjata ini tidak lepas dari pemiliknya. Artinya, kemanapun ia pergi mandau selalu dibawanya karena mandau juga berfungsi sebagai simbol kehormatan dan jatidiri. Mandau, Senjata Sakti Pusaka Suku Dayak.


http://anehdidunia.com

Mandau, Senjata Sakti Pusaka Suku Dayak ini dipercayai memiliki tingkat-tingkat kampuhan atau kesaktian. Kesaktian Mandau ini tidak hanya diperoleh dari proses pembuatannya yang melalui ritual-ritual tertentu, tetapi juga diperoleh dari pengayauan (pemenggalan kepala lawan-red). Semakin banyak orang yang berhasil di-kayau, mandau itu semakin sakti. Sebagian rambut kepala yang berhasil dikayau biasanya digunakan untuk menghias gagang mandaunya. Mereka percaya bahwa roh orang yang mati karena dikayau akan mendiami mandau sehingga mandau tersebut menjadi sakti.
Bilah mandau terbuat dari lempengan besi yang ditempa hingga berbentuk pipih-panjang dan berujung runcing. Salah satu sisi mata bilahnya diasah tajam, sedangkan sisi lainnya dibiarkan sedikit tebal dan tumpul. Beberapa jenis bahan yang dapat digunakan untuk membuat mandau, yaitu: besi montallat, besi matikei, dan besi baja yang diambil dari per mobil, bilah gergaji mesin, cakram kendaraan, dan lain sebagainya. Menurut cerita masyarakat dayak, mandau yang paling baik mutunya adalah yang dibuat dari batu gunung yang dilebur khusus sehingga besinya sangat kuat dan tajam serta hiasannya diberi sentuhan emas, perak, atau tembaga. Mandau jenis ini hanya dibuat oleh orang-orang tertentu.


http://anehdidunia.com

Sedangkan Gagang atau hulu mandau terbuat dari tanduk rusa yang diukir menyerupai kepala burung. Seluruh permukaan gagangnya diukir dengan berbagai motif seperti: kepala naga, paruh burung, pilin, dan kait. Pada ujung gagang ada pula yang diberi hiasan berupa bulu binatang atau rambut manusia. Bentuk dan ukiran pada gagang mandau ini dapat membedakan tempat asal mandau dibuat, suku, serta status sosial pemiliknya.
Sementara Sarung mandau atau yang biasa disebut kumpang biasanya terbuat dari lempengan kayu tipis. Bagian atas dilapisi tulang berbentuk gelang. Bagian tengah dan bawah dililit dengan anyaman rotan sebagai penguat apitan. Sebagai hiasan, biasanya ditempatkan bulu burung baliang, burung tanyaku, manik-manik dan terkadang juga diselipkan jimat. Selain itu, mandau juga dilengkapi dengan sebilah pisau kecil bersarung kulit yang diikat menempel pada sisi sarung dan tali pinggang dari anyaman rotan.
Jika dicermati secara seksama, di dalam pembuatan mandau, mengandung nilai-nilai yang pada gilirannya dapat dijadikan sebagai acuan dalam kehidupan sehari-hari bagi kehidupan masyarakat. Nilai-nilai itu antara lain: keindahan (seni), ketekunan, ketelitian, dan kesabaran. Nilai keindahan tercermin dari bentuk-bentuk mandau yang dibuat sedemikian rupa, sehingga memancarkan keindahan. Sedangkan, nilai ketekunan, ketelitian, dan kesabaran tercermin dari proses pembuatannya yang memerlukan ketekunan, ketelitian, dan kesabaran. Tanpa nilai-nilai tersebut tidak mungkin akan terwujud sebuah mandau yang indah dan sarat makna.


Kemana Hati Nurani Mereka

Miris, sedih, benci, marah bercampur jadi satu dalam doaku malam ini…
Kemana hati nurani mereka terhadap generasi muda yang secara perlahan kau bentuk bak seorang preman?
Kemana hati nurani mereka terhadap kegelisahan yang dirasakan orangtua mereka saat mempercayakan disini padamu ?
Kemana hati nurani mereka atas karakter kekerasan yang telah kau ciptakan pada anak-anak mu selama ini?
Kemana hati nurani mereka saat lembaga tidak digunakan semaksimal mungkin untuk kepentingan ?
Kemana hati nurani mereka saat menyaksikan anak-anak itu telah tercoreng oleh budaya dari luar yang sangat membahayakan bangsa ini ?
Kemana hati nurani mereka selama bertahun-tahun membiarkan semua terjadi dan kau anggap itu adalah wajar/biasa ?
Kemana hati nurani mereka terhadap janji serta amanah yang Allah titipkan melalui tangan-tangan mereka?
Kemana hati nurani mereka saat Syaitan telah masuk hingga merobek2 dadamu lalu dengan bangga kau katakan ini adalah lembaga terbaik dan terunggul?
Kemana hati nurani mereka saat kau katakan sekian puluh persen berhasil setelah belajar di sini, namun nyatanya…..hanya sebagian kecil persennya saja ?
Kemana hati nurani mereka saat kebohongan-kebohongan kau ciptakan hanya karena saat ini kau yang berkuasa?
Kemana hati nurani mereka saat mereka masuk Mesjid guna melaksanakan ibadah wajib, apa kau laporkan padaNya ?
Kemana hati nurani mereka saat fitnah dan adu domba kau biarkan demi kepentingan mu pribadi atau kepentingan individu seseorang?
Kemana hati nurani mereka saat kau tuduh oranglain, kau buang orang lain dan kau campakkan orang-orang yang mengetahui semua kedzoliman ini ?
Kemana hati nurani mereka terhadap kemunafikan-kemunafikan yang kau ciptakan ?
Kemana hati nurani mereka, tanggungjawab mereka di Akhirat, dan janji Allah  terhadap mereka !!
Tidakkah kau takut mengenai kekerasan dalam hal ini, seandainya menimpa anggota keluargamu? Sanggupkah engkau merasakannya pula, jika hal ini diputarbalikkan sehingga engkau yang mengalaminya? Dan mereka sebagai pelakunya? Hukum karma adalah hukuman atas semuanya yang telah kau lakukan selama hidup di dunia ini.
Kelak smua akan ditimbang dan mendapat balasan atas semua yang telah engkau lakukan selama ini, amal baik maupun amal soleh serta semua kebaikan dan pertolongan yang telah kau berikan pada orang yang membutuhkannya ……………………..
Kelak engkau akan merasakan bagaimana kain putih yang akan membalut tubuhmu dan menjadi pakaianmu saat perlahan kau dimasukkan ke liang kubur………lalu apa yang akan engkau perbuat di dalam? Engkau akan mengalami kekerasan itu berapa puluh kali lipat dari perbuatanmu …. Audzubillah min dzalik !
Tak ada yang menolongmu meski kau menjerit sekeras-kerasnya, yang ada cacing-cacing tanah lama kelamaan akan menggerogoti tubuhmu.

Kamus bahasa Lundayeh-By:Desiseludi(AnakBinuang)


Bahasa Dayak Lundayeh

Bahasa Dayak Lundayeh, adalah bahasa yang dituturkan oleh suku Dayak Lundayeh di sepanjang sungai Sesayap, Krayan, Nunukan dan Kabupaten Malinau, Kalimantan Timur serta di Brunei dan perbatasan Sabah-Sarawak, Malaysia Timur. Bahasa Lundayeh ini juga disebut sebagai bahasa Lun Bawang.


Kamus:
abpA' = air
Ve' rayeh = laut
abuh = abu
apo = atap
apui = api
decem = malam
anak = anak
angat kayuh = cabang
ate = hati
awan desur = istri
awan daih = suami
baa' = basah
badaa = pasir
bang = dalam, di dalam
bara' = bengkak
bata' = hijau
batek = perut
batuh = batu
beken = lain
beruh = baru
birar = kuning
bua' = buah
buda' = putih
bui = angin
bulan = bulan
buluh = bulu
busak = bunga
daat = buruk
dalan = jalan / jalur
dara' = darah
decem = malam
desur = perempuan
daih = laki-laki
derut = jahit
dier = leher
dilaa' = lidah
ninger = dengar
dita' = di atas
do' = baik
da'un = daun
fok = rambut
eso = hari
ma'it = sakit
nalan kukud = berjalan kaki
mong-mong = semua
enun = apa?
faa = di
faag = peras
pinuu = jarum
polong = kayu / hutan
ngapong = sembunyi
gituen = bintang
gor = guntur
icung = hidung
idan = kapan?
ideh = mereka
idey = siapa?
idi = dan
ieh = dia / dia
iko = engkau
ilad = sayap
inebpeh = jatuh
ineh = bahwa
inih = ini
isuut = kecil
item = hitam
iti' = susu, payudara
kabing = kiri
kadang = panjang
kafal = tebal
kafeh = bagaimana?
kalat = tali
karaa = besar
kefur = debu
kei = kami
keket = kering
kelatih = cacing (cacing tanah)
kelawa' = laba-laba
keli' = tahu, mengetahui
kemu' = pendek
keted = belakang
kilep = petir
kubil = kulit
kukud = kaki
kuman = makan
kutuh = kutu
laak = tahun
labo = tikus
lafut = awan
lalam = guntur
lalid = telinga
langit = langit
lawid = ikan
lemangui = berenang
lemek = lemak / minyak
lengit = dekat
liang = di bawah
lifen = gigi
lun = orang / manusia
mabal = pukul
madil = tembak
mado = jauh
mafaa' = kunyah
malaa = berkata
malid = tiup
marut = garuk
mateh = mata
matey = mati
mebarat = berat
mecing = datang
meferi' = sempit
meleu' = hangat
melifii = tipis
melutak = kotor
meluu = busuk
menifeh = ular
meno = mencuri
meriruh = tertawa
mesieb = aliran
mesip = sempit
mesuu = buka, ungkap
meteneb = dingin
metoot = takut
migu' = malu
milii' = pilih
mitung = lempar
mo' = semua
mudur = berdiri
muen = endus, mencium bau
muley = beli
mulun = hidup
muyuh = anda
naa = tidak
nalaa' = lempar
namai = tanaman
nan = di
nangi' = nangis
nebpek = tusuk, menusuk
nefeh = hantam
ngabet = ikat, kencangkan
ngadan = nama
ngadel = kusam, tumpul
ngafak = bagi
nganga' = luas
ngatey = bunuh
ngefut = tembak
ngekem = kerja
ngelaak = masak
ngelicaa' = ludah
ngerawey = berpikir
ngered = tua
ngeseb = bakar
ngeteb = potong
ngiap = hitung
ngilip = berburu
ngimet = pegang
nginiat = bernafas
nginufii = mimpi
ngirup = minum
nguab = menguap
ngubit = gigit
ngukab = buka
ngukat = gali
ngutaa' = muntah
nguut = hisap
niti' = hisap
rabub = rokok
rabun = kabut
rayeh = besar
remier = belok
rudap = tidur
ruma' = rumah
sia' = merah
sium = lihat
suiit = burung
taang = mulut
tadem = tajam
takung = danau
taman = ayah
tana' = bumi / tanah
telubid = baring
temubu' = tumbuh
temulud = terbang
terur = telur
teu = kita
ticu' = tangan
tinan = ibu
tinei' = usus
tinueh = kanan
tucu' = garam
tudo = duduk
tudung = bahu
tukung = nyamuk
tulang = tulang
tuluu = benar, betul
tumeh = kutu
udan = hujan
uduh = rumput
ukey = mendaki, manjat
uko' = anjing
uluh = kepala
uwi = aku, saya
wang = daging
wat = akar
ya' = rumput
yafeh = mana?
yur = ekor

bilangan:
eceh = satu
dueh = dua
teluh = tiga
afaat = empat
limeh = lima
enem = enam
tudu' = tujuh
waluh = delapan
liwa' = sembilan
fulu' = sepuluh
dueh ngefulu' = duapuluh
limeh ngefulu' = limapuluh
ratuu = seratus
ribuu = seribu