Rabu, 18 Februari 2015
Cerita Rakyat Kalimantan: Sejarah Dayak Lundayeh
A. Legenda Dayak Lundayeh
Sampai saat ini belum ada penelitian yang mendalam tentang asal-usul dayak Lundayeh yang dapat dijadikan referensi yang akurat. Namun menurut legenda bahwa nenek moyang dayak Lundayeh berasal dari daratan Cina yang berimigrasi ke bumi Borneo berabad-abad yang lalu. Hal ini dapat dibuktikan dengan benda peninggalan budaya yang ada dalam masyarakat Dayak Lundayeh, seperti tabu’ (guci), rubi (tempayan), patung proslen, bau (manik) dari Cina dan felepet (pedang sejenis samurai).
Nenek moyang dayak Lundayeh masuk melalui sungai Sesayap. Budaya mereka adalah nomaden atau hidup berpindah-pindah dari satu daerah ke daerah yang lain dengan cara mudik ke hulu sungai. Alasan budaya berpindah-pindah tempat tinggal ini, adalah: pertama karena menghindari dari kejaran musuh; dan kedua untuk mencari lahan yang dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka. Ada beberapa tempat yang diperkirakan pernah menjadi daerah hunian nenek moyang dayak Lundayeh, yaitu di daerah Seputuk dan Kebiran. Di dua derah ini ditemukan kuburan tua dan batang ulin bekas dipotong-potong manusia lama. Oleh karenanya ada yang menyebut bahwa orang Mentarang adalah suku Putuk.
Sumpah tulang badi’ adalah salah satu legenda masyarakat yang menceritakan bahwa jaman dahulu ada dua bersaudara laki-laki dan perempuan yang hidup di Malinau. Demi keamanan dari kejaran musuh, si kakak meminta adik perempuannya mudik ke hulu sungai dan si kakak tetap tinggal di Malinau. Sang kakak bersumpah demi tulang badi’ (seperti sumpah Palapa dari Mahapati Gajah Mada) : “Bahwa tidak akan ada yang boleh masuk ke hulu sungai ini untuk mengganggu hidup adik perempuanku dan sungai Sembuak inilah batasnya”.
Sejak saat itu sang adik perempuan mudik ke hulu sungai dan beranak-pinak di sana. Sedangkan si kakak laki-laki tetap hidup dan beranak-pinak di Malinau. Sesuai dengan sumpahnya, sang kakak menjaga jangan sampai ada yang masuk ke hulu sungai untuk mengganggu adiknya. Sampai-sampai arus balik air-pasang sederas apapun dipercaya akan berhenti di muara sungai Sembuak.
Legenda sumpah tulang badi’ inilah yang dipercaya menjadi cikal-bakal manusia dari suku Tidung di Malinau dari sang kakak laki-laki, dan suku Putuk atau Lundayeh dari sang adik perempuan di hulu sungai.
B. Masuknya Agama Kristen
Sebelum agama Kristen masuk ke daerah Mentarang dan Krayan, masyarakat dayak Lundayeh adalah pemeluk animisme. Mereka percaya pada kekuatan-kekuatan alam-gaib, seperti penyembahan terhadap roh-roh nenek moyang serta benda-benda keramat lainnya.
Untuk mempertahankan diri atau mencari daerah yang menjadi lahan kehidupan, masyarakat tidak segan-segan untuk febunu’ (berperang) dengan komunitas yang lain. Jika seorang pria yang ingin dianggap perkasa, maka ia akan pergi ke daerah musuh untuk mengayau (memotong kepala).
Pada tahun 1932 seorang misionaris CMA (Christian Missionary Aliance) berkebangsaan Amerika bernama Rev. E.W. Presswood bersama isterinya Fiolla Presswood masuk ke wilayah masyarakat dayak Lundayeh di Mentarang dan Krayan menyebar agama Kristen. Pada awalnya masyarakat di Mentarang kurang menanggapi ajaran agama kristen, dan sulit untuk membuang kebiasaan-kebiasaan yang sudah mengakar turun-temurun. Namun dengan dengan tekun dan kesabaran yang tinggi, Presswood terus menyampaikan kabar penyelamatan manusia dari dosa dan mengadakan kebaktian-kebaktian rutin di dalam rumah-rumah penduduk di Mentarang sampai ke daerah Krayan.
Pada tahun 1938 Ny. Fiola Presswod meninggal dunia di Long Berang. Oleh lembaga misi CMA, Presswood diberikan waktu cuti pulang ke USA untuk beristirahat dan menenangkan diri. Sebagai ganti Presswood pada tahun 1939 dikirim, yaitu Rev. John Willfinger untuk melanjutkan misi Kristen di daerah Mentarang dan Krayan.
Pada saat pecah Perang Dunia II, tentara Jepang yang bermarkas di Tarakan datang ke Long Berang untuk menangkap John Willfinger karena dianggap sebagai bagian dari sekutu. Masyarakat Lundayeh pada waktu itu berusaha untuk menyembunyikan John Willfinger di desa-desa sekitar Long Berang, namun John Willfinger tidak ingin masyarakat dayak Lundayeh dilibatkan dan menjadi sasaran pembunuhan tentara Jepang.
Pada tahun 1942 John Willfinger menjadi tawanan Jepang dan dibawa ke Tarakan. Tepat pada hari Natal, yaitu tanggal 25 Desember 1942 di mana orang-orang Kristen seluruh dunia menyambut hari kelahiran Yesus Kristus, seorang hamba Tuhan yang bekerja dalam misi penyelamatan manusia dari dosa, yaitu John Willfinger tewas sebagai martir ditembak oleh tentara Jepang di Tarakan.
Setelah Perang Dunia II usai dan Indonesia telah menjadi negara yang merdeka, pada tahun 1946 Rev. E.W. Preswood kembali datang ke Long Berang dari USA bersama isteri keduanya yaitu Ny. Ruth Presswood untuk melanjutkan misi pelayanan agama Kristen.
Theologi Kristen yang diajarkan oleh E.W Presswood inilah yang menjadi cikal-bakal berkembangnya ajaran agama kristen dengan pesatnya di daerah komunitas dayak Lundayeh, seperti Mentarang, Krayan dan Malinau.
Sumber Data (Lisan):
1. Pdt. Dr. Matias Abay, M.Div
2. Pdt. Buing Udan
Mapala AGNY YOGYAKARTA
Kata orang, masuk Mapala itu bikin capek, kegiatannya ekstrem, thats why, banyak orang yang takut masuk Mapala. Tapi dibalik semua asumsi dan common Understand orang – orang itu, mereka harusnya juga tahu bahwa kehidupan anak – anak Mapala itu kalu uda erat susah loh diputusinnya.
Berbeda dengan organisasi lainnya, di Mapala keanggotaannya tu berlaku seumur hidup loh, so tadi dibilang keakrabannya erat. dari angktan ke angakatan semua adalah keluarga.Begitu halnya dengan Mapala AGNY, diMapala AGNY, semua anggota memiliki ikatan.baik yang seangkatan maupun yang beda.Di MAPALA AGNY, kami bisa latihan bareng, naik gunung bareng, rafting bareng, belajar bareng, bermain bareng, bahkan senang – senang bareng.
Inilah sedikit kenangan saat Diksarku - PELOR Agny
Pecinta Alam ( Mapalaku MAPALA AGNY YOGYAKARTA)
Pencinta alam?emang sich banyak paradigma yang berlaku di masyarakat, tentang Anak pencinta alam katanya kita hanya orang yang cuman bikin susah orang, dan menghabiskan waktunya di lereng dan puncak gunung, di kedalaman gua-gua bumi, atau di kedalaman samudera, tapi ada juga orang yang ingin menjadi seorang pecinta alam(PA) karena katanya sich kita ini mirip kaum penganut kebebasan individu gitu, hehehe Cuma intermezzo lho!!!,sekarang penulis cuman mau sedikit medefinisikan apa sih anak pencinta alam itu? walaupun ini benar - benar definisi pribadi lho!!!.
Pertama pencinta alam itu berasal dari penggalan kata cinta yang artinya kasih, sayang. Kemudian mendapat awalan pen menjadi pencinta yang artinya orang yang melakukan kasih dan sayang dalam hal melestarikan. Dan alam artinya bumi dan seisinya. Pencinta Alam secara umum mempunyai arti bahwa seseorang yang melakukan kasih sayang terhadap alam dengan cara melestarikannya. Dilihat dari artinya saja, bahwa sesorang yang menyatakan dirinya sebagai seorang pencinta alam harus berani menerima dan melakukan konsekuensi di dalamnya yaitu antara lain:
1. Tidak melakukan hal yang bersifat merusak, seperti: menebang pohon atau ranting kemudian dibiarkan begitu saja sebagai maksud setelah kering nanti bisa digunakan untuk pengapian api unggun, Membuang/meninggalkan sampah plastik dan sejenisnya bekas mie instan atau yang lainnya di sembarang tempat.
2) Menjaga dan melakukan pelestarian terhadap lingkungan dengan tidak mengharapkan imbalan dan pujian atau dengan kata lain dilakukan dengan ikhlas. .
Selain kode etik Pecinta Alam, Ada kata bijak yang biasanya juga dijadikan etika bagi kita anak – anak pencinta alam yaitu, Jangan meninggalkan sesuatu kecuali jejak, jangan mengambil sesuatu kecuali gambar dan Jangan membunuh sesuatu kecuali waktu.
Dan ini dari penjelasan para anggota luar biasa ( ALB ) tentang seorang pencinta alam, katanya sebenarnya yang utama dari pencinta alam itu tetaplah lingkungan, karena ini embrionya PA dan yang lainnya hanya jadi pelengkap utama. jadi kalo cuman bisa naik - naik gunung atau masuk - masuk gua atau rock climbing…. tapi gak bisa konservasi, pengabdian masyarakat,…jadilah mereka anak PA yang pincang (juga sebaliknya) .Menurutku kelebihan kita sebagai seorang Pencinta Alam: kita orang lapangan yang gila (bukan nekat) dan juga sangat perhatian sosial, juga pinter kematerian lingkungan hidup, setidaknya gitu yang idealnya!!!
. Sesuai namanya, seorang pencinta alam menamakan dirinya manusia yang mencintai alam baik gunung, laut, bukit, gua, padang belantara, dan sebagainya. Tahukah kamu bagaimana semua itu bisa terjadi? Dirunut-runut sih sebetulnya sejarah manusia tidak jauh-jauh amat dari alam. Sejak zaman prasejarah dimana manusia berburu dan mengumpulkan makanan, alam adalah “rumah” mereka.
Gunung adalah sandaran kepala, padang rumput adalah tempat mereka membaringkan tubuh, dan gua-gua adalah tempat mereka bersembunyi. Namun sejak manusia menemukan kebudayaan, yang katanya lebih “bermartabat”, alam seakan menjadi barang aneh. Manusia mendirikan rumah untuk tempatnya bersembunyi. Manusia menciptakan kasur untuk tempatnya membaringkan tubuh, dan manusia mendirikan gedung bertingkat untuk mengangkat kepalanya. Manusia dan alam akhirnya memiliki sejarahnya sendiri-sendiri.
Menurutku prinsip seorang pecinta alam itu barangkali Hidup adalah soal keberanian!!! Keberanian menghadapi tanda tanya tanpa kita bisa mengerti, tanpa kita bisa mengelak. Terimalah dan Hadapilah, mungkin kita memiliki keberanian itu untuk menghadapi tanda tanya tanpa kita bisa mengerti, tanpa kita bisa mengelak melainkan menerima dan menghadapi. Itulah mengapa tak jarang menjadi pecinta alam juga membuat kita menghadapi resiko kematian.
Sebahaya itukah menjadi pecinta alam? Bisa ya dan bisa tidak. Bagi pecinta alam sejati, alam adalah sebuah rahasia atau misteri. Sebuah pecinta alam mengatakan, “Jangan menjadikan alam tantangan”. Bisa jadi ada benarnya. Semakin pecinta alam merasa bahwa alam adalah tantangan maka semakin alam menjadi seperti musuh yang harus ditaklukkan. Padahal, alam bukan musuh. Alam itu ibarat rahim ibu, tempat kita lahir. Di dalamnya termaktub rahasia kehidupan, sejak asal mula, sampai kepada kematian. Bagaimana kita mengetahui rahasianya selain menceburkan diri dan mencintainya? Menurutku inilah hakekat pecinta alam sejati.
Pertama pencinta alam itu berasal dari penggalan kata cinta yang artinya kasih, sayang. Kemudian mendapat awalan pen menjadi pencinta yang artinya orang yang melakukan kasih dan sayang dalam hal melestarikan. Dan alam artinya bumi dan seisinya. Pencinta Alam secara umum mempunyai arti bahwa seseorang yang melakukan kasih sayang terhadap alam dengan cara melestarikannya. Dilihat dari artinya saja, bahwa sesorang yang menyatakan dirinya sebagai seorang pencinta alam harus berani menerima dan melakukan konsekuensi di dalamnya yaitu antara lain:
1. Tidak melakukan hal yang bersifat merusak, seperti: menebang pohon atau ranting kemudian dibiarkan begitu saja sebagai maksud setelah kering nanti bisa digunakan untuk pengapian api unggun, Membuang/meninggalkan sampah plastik dan sejenisnya bekas mie instan atau yang lainnya di sembarang tempat.
2) Menjaga dan melakukan pelestarian terhadap lingkungan dengan tidak mengharapkan imbalan dan pujian atau dengan kata lain dilakukan dengan ikhlas. .
Selain kode etik Pecinta Alam, Ada kata bijak yang biasanya juga dijadikan etika bagi kita anak – anak pencinta alam yaitu, Jangan meninggalkan sesuatu kecuali jejak, jangan mengambil sesuatu kecuali gambar dan Jangan membunuh sesuatu kecuali waktu.
Dan ini dari penjelasan para anggota luar biasa ( ALB ) tentang seorang pencinta alam, katanya sebenarnya yang utama dari pencinta alam itu tetaplah lingkungan, karena ini embrionya PA dan yang lainnya hanya jadi pelengkap utama. jadi kalo cuman bisa naik - naik gunung atau masuk - masuk gua atau rock climbing…. tapi gak bisa konservasi, pengabdian masyarakat,…jadilah mereka anak PA yang pincang (juga sebaliknya) .Menurutku kelebihan kita sebagai seorang Pencinta Alam: kita orang lapangan yang gila (bukan nekat) dan juga sangat perhatian sosial, juga pinter kematerian lingkungan hidup, setidaknya gitu yang idealnya!!!
. Sesuai namanya, seorang pencinta alam menamakan dirinya manusia yang mencintai alam baik gunung, laut, bukit, gua, padang belantara, dan sebagainya. Tahukah kamu bagaimana semua itu bisa terjadi? Dirunut-runut sih sebetulnya sejarah manusia tidak jauh-jauh amat dari alam. Sejak zaman prasejarah dimana manusia berburu dan mengumpulkan makanan, alam adalah “rumah” mereka.
Gunung adalah sandaran kepala, padang rumput adalah tempat mereka membaringkan tubuh, dan gua-gua adalah tempat mereka bersembunyi. Namun sejak manusia menemukan kebudayaan, yang katanya lebih “bermartabat”, alam seakan menjadi barang aneh. Manusia mendirikan rumah untuk tempatnya bersembunyi. Manusia menciptakan kasur untuk tempatnya membaringkan tubuh, dan manusia mendirikan gedung bertingkat untuk mengangkat kepalanya. Manusia dan alam akhirnya memiliki sejarahnya sendiri-sendiri.
Menurutku prinsip seorang pecinta alam itu barangkali Hidup adalah soal keberanian!!! Keberanian menghadapi tanda tanya tanpa kita bisa mengerti, tanpa kita bisa mengelak. Terimalah dan Hadapilah, mungkin kita memiliki keberanian itu untuk menghadapi tanda tanya tanpa kita bisa mengerti, tanpa kita bisa mengelak melainkan menerima dan menghadapi. Itulah mengapa tak jarang menjadi pecinta alam juga membuat kita menghadapi resiko kematian.
Sebahaya itukah menjadi pecinta alam? Bisa ya dan bisa tidak. Bagi pecinta alam sejati, alam adalah sebuah rahasia atau misteri. Sebuah pecinta alam mengatakan, “Jangan menjadikan alam tantangan”. Bisa jadi ada benarnya. Semakin pecinta alam merasa bahwa alam adalah tantangan maka semakin alam menjadi seperti musuh yang harus ditaklukkan. Padahal, alam bukan musuh. Alam itu ibarat rahim ibu, tempat kita lahir. Di dalamnya termaktub rahasia kehidupan, sejak asal mula, sampai kepada kematian. Bagaimana kita mengetahui rahasianya selain menceburkan diri dan mencintainya? Menurutku inilah hakekat pecinta alam sejati.
Minggu, 08 Februari 2015
Pemekaran Krayan
Pokja Percepatan dan Perluasan
Pembangunan Perbatasan KRAYAN (P5K) sedang foto bersama di lahan hibah seluas
900 Ha utk lokasi pembangunan pusat pemerintahan Kec Krayan Barat, salah satu
kecamatan pemekaran baru di Krayan.
Sebagaimana di ketahui bhw usulan pemekaran Krayan pd tahun 2011 adalah menjadi
enam kecamatan. Tp krn Presiden SBY menetapkan moratorium maka usulan tsb
otomatis terpending. Pd masa Presiden Jokowi moratorium pemekaran tsb dicabut
dan kemudian setelah usulan pemekaran terdahulu dievaluasi maka selanjutnya
usulan pemekaran Krayan ditetapkan oleh masy melalui panitia dan presidium
menjadi lima kecamatan. Yaitu :
1. Kec Krayan,
2. Kec Krayan Timur,
3. Kec Krayan Barat,
4. Kec Krayan Selatan
5. Kec Krayan Tengah.
1. Kec Krayan,
2. Kec Krayan Timur,
3. Kec Krayan Barat,
4. Kec Krayan Selatan
5. Kec Krayan Tengah.
1. Kec Krayan,
2. Kec Krayan Timur,
3. Kec Krayan Barat,
4. Kec Krayan Selatan
5. Kec Krayan Tengah.
1. Kec Krayan,
2. Kec Krayan Timur,
3. Kec Krayan Barat,
4. Kec Krayan Selatan
5. Kec Krayan Tengah.
Usulan pemekaran Krayan menjadi beberapa kecamatan tsb bersambut dgn visi dan
program Pj Gub Kalimantan Utara yg telah disampaikan di depan masy Krayan di
Long Bawan pd tahun 2014 lalu dimana beliau menghendaki KRAYAN dijadikan DOB
(Daerah Otonomi Baru) yaitu KABUPATEN KRAYAN mengingat Krayan adalah wilayah
perbatasan yg memiliki potensi Kawasan Strategis Nasional. Sebagai bagian dari
Taman Nasional Kayan Mentarang, sebagai bagian dari HoB (Heart Of Borneo) dan
terletak pada poros tengah pulau borneo yg strategis dimana terletak pada garis
perdagangan tiga negara KRAYAN (Indonesia) - Negara Bagian Sabah dan Negara
Bagian Sarawak Malaysia - Brunai atau BIMP-EAGA.
Dengan demikian Krayan menjadi wilayah yg berpotensi : KINI TERBELAKANG TAPI
KELAK AKAN TERDEPAN.
Statemen itu dan VISI : MEWUJUDKAN MASY KRAYAN YG BERUBAH, MANDIRI, MAJU, ADIL
DAN SEJAHTERA tidak akan pernah terwujud jika tidak ada komitmen pemimpin yg
kuat di tingkat kabupaten, provinsi, pusat dan jika tidak ada partisipasi penuh semua elemen masy Krayan.
KIRANYA TUHAN MEMBERKATI.
sumber.Tipa S PadanSebagaimana di ketahui bhw usulan pemekaran Krayan pd tahun 2011 adalah menjadi enam kecamatan. Tp krn Presiden SBY menetapkan moratorium maka usulan tsb otomatis terpending. Pd masa Presiden Jokowi moratorium pemekaran tsb dicabut dan kemudian setelah usulan pemekaran terdahulu dievaluasi maka selanjutnya usulan pemekaran Krayan ditetapkan oleh masy melalui panitia dan presidium menjadi lima kecamatan. Yaitu :
1. Kec Krayan,
2. Kec Krayan Timur,
3. Kec Krayan Barat,
4. Kec Krayan Selatan
5. Kec Krayan Tengah.
1. Kec Krayan,
2. Kec Krayan Timur,
3. Kec Krayan Barat,
4. Kec Krayan Selatan
5. Kec Krayan Tengah.
1. Kec Krayan,
2. Kec Krayan Timur,
3. Kec Krayan Barat,
4. Kec Krayan Selatan
5. Kec Krayan Tengah.
1. Kec Krayan,
2. Kec Krayan Timur,
3. Kec Krayan Barat,
4. Kec Krayan Selatan
5. Kec Krayan Tengah.
Usulan pemekaran Krayan menjadi beberapa kecamatan tsb bersambut dgn visi dan program Pj Gub Kalimantan Utara yg telah disampaikan di depan masy Krayan di Long Bawan pd tahun 2014 lalu dimana beliau menghendaki KRAYAN dijadikan DOB (Daerah Otonomi Baru) yaitu KABUPATEN KRAYAN mengingat Krayan adalah wilayah perbatasan yg memiliki potensi Kawasan Strategis Nasional. Sebagai bagian dari Taman Nasional Kayan Mentarang, sebagai bagian dari HoB (Heart Of Borneo) dan terletak pada poros tengah pulau borneo yg strategis dimana terletak pada garis perdagangan tiga negara KRAYAN (Indonesia) - Negara Bagian Sabah dan Negara Bagian Sarawak Malaysia - Brunai atau BIMP-EAGA.
Dengan demikian Krayan menjadi wilayah yg berpotensi : KINI TERBELAKANG TAPI KELAK AKAN TERDEPAN.
Statemen itu dan VISI : MEWUJUDKAN MASY KRAYAN YG BERUBAH, MANDIRI, MAJU, ADIL DAN SEJAHTERA tidak akan pernah terwujud jika tidak ada komitmen pemimpin yg kuat di tingkat kabupaten, provinsi, pusat dan jika tidak ada partisipasi penuh semua elemen masy Krayan.
Langganan:
Postingan (Atom)
